Sebuah pelajaran yang sangat berharga bahkan bisa kita dapatkan dari seonggok tahi ayam. Jika bisa kita sikapi dan maknai dengan benar.
sekian tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku SMP, dimana saya tinggal bersama orang tua asuh saya.Saya memiliki sebuah tempat meja belajar yang diletakkan di pinggir kebun rumah. di sana saya biasanya mengerjakan PR saya, membaca buku, bahkan meja itu bisa saya gunakan untuk menyetrika.
Suatu hari selepas hari libur, tempat itu demikian kotornya, dengan debu dan tahi ayam dimana-mana. Tentu saya merasa sangat terganggu dengan hal itu, rencana saya mengerjakan PR disana terpaksa harus berpindah ke ruang TV yang ada ditengah rumah.
Melihat saya belajar di ruang TV ibu asuh saya bertanya kenapa saya tidak mengerjakan di tempat biasanya. dengan ringan saya menjawab, "Ngga enak Bu, tempatnya kotor dan banyak tahi ayamnya". Sang Ibu kemudian mengajak saya melihat tempat belajar saya, membekali saya sapu lidi, dan ember air. Kemudian dia mulai menyiram-nyiram air ke kumpulan kotoran itu dan meminta saya menyapunya dengan sapu lidi. Tak lebih dari 15 menit kami mengerjakan itu semua dan tempat belajar saya, kembali nyaman seperti semula.
Sebelum beranjak dari tempat itu, beliau berkata kepada saya, "Hidup itu seperti keberadaan tahi ayam ini. Tahi ayam adalah masalah, yang harus dihadapi dan dituntaskan. bukan di tinggal pergi dan berpindah ke tempat lain. Kalau dengan masalah sekecil tahi ayam saya sudah kamu tinggal kabur, bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah-masalah hidup yang akan menerpa kamu nantinya, jadi jangan terbiasa untuk KABUR DARI MASALAH, SELESAIKAN MASALAH KAMU SAMPAI TUNTAS".
Dari situ saya menyebut philosophy penyelesaian masalah adalah philosophy tahi ayam, sehingga saya selalu bertekad untuk menghadapi masalah hidup yang terus menerpa.
Ketika Hidup Menjadi Sulit
Jangan lupa untuk bernafas, karena dengan bernafas kita dapat terus melanjutkan hidup. Secara harfiah orang yang lupa bernafas adalah orang mati. Dalam arti lain, ketika hidup semakin sulit, tetaplah lanjutkan hidup karena hidup tak akan selalu sulit, senantiasa yakinkan diri kita untuk terus bertahan hidup, karena hidup akan menemukan jalannya sendiri untuk mengatasi kesulitan. SEMOGA BERHASIL.
Senin, 22 Oktober 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jangan Mengukir Dosa
Hari itu adalah awal long week-end yang cerah. Aku dan istriku memang sudah merencanakan untuk berenang di Atlantis, Ancol memanfaatkan tiket gratisan yang ia dapatkan ketika berlibur seminggu sebelumnya bersama teman sekantornya.
Setelah menikmati segarnya kolam arus, kolam ombak, kolam biasa dan kolam apung. kami merasa agak lapar. di sebelah kolam ada sebuah kedai sosis. kami memutuskan untuk memesan dua sosis bakar yang cukup besar. ketika sedang menikmati sosis bakar, istriku melihat seonggok uang pecahan Rp. 5.000,- terkapar tak berdaya di bawah pohon tempat kami berteduh. dengan senang hati aku ambil uang itu dan tersenyum-senyum membayangkan aku bisa menambah sosis bakar lagi :).
Tak lama kemudian datang seorang ibu, yang dengan panik mencari dan bertanya-tanya apakah kami menemukan uang pecahan 5.000,- sebanyak 15.000,- disekitar situ. Aku tak sempat menjawab karena masih mengunyah potongan terakhir sosis bakarku. sebelum aku sempat menjawab dan menyampaikan uang itu, si Ibu langsung berjalan cepat menuju kamar bilas dan menghilang.
Sampai disitu, lepas dan hilanglah waktu liburan kami yang menyenangkan. Istriku merasa bersalah karena tak sempat mengatakan uang itu ada pada kami. aku masih merasa bingung apa yang harus aku lakukan, karena di hatiku pun berkecamuk perasaan bersalah karena tak mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Tak ada lagi nafsu kami untuk terjun ke air. uang temuan itu harus kami tebus dengan kegembiraan menikmati berbagai atraksi air di Atlantis.
Akhirnya kami memutuskan untuk, menaruh uang tersebut di kotak amal masjid, dan menyudahi liburan kami.
Pelajaran yang dapat kami ambil, JANGAN MENGUKIR DOSA, sekecil apapun! karena Allah Maha Melihat dan akan membalas apa-apa saja yang kita perbuat.
Langganan:
Komentar (Atom)