Ketika Hidup Menjadi Sulit

Jangan lupa untuk bernafas, karena dengan bernafas kita dapat terus melanjutkan hidup. Secara harfiah orang yang lupa bernafas adalah orang mati. Dalam arti lain, ketika hidup semakin sulit, tetaplah lanjutkan hidup karena hidup tak akan selalu sulit, senantiasa yakinkan diri kita untuk terus bertahan hidup, karena hidup akan menemukan jalannya sendiri untuk mengatasi kesulitan. SEMOGA BERHASIL.

Sabtu, 11 Juni 2011

Menghargai Persahabatan

Kawan, pernahkah terbersit dalam fikiran kalian bahwa persahabatan kita hari ini akan memberikan manfaat kepada kita jauh di masa yang akan datang sampai 10 - 20 tahun lagi ?

Aku ingin menceritakan kepadamu, tentang sahabatku MULYADI ...
Aku bertemu Mulyadi 22 tahun yang lalu ketika pertama kali menginjakkan kaki di Sekolah SD banjir di bilangan Cipadu, SD Kereo V. Aku belajar di Kreo V sampai di kelas 4 saja, karena aku harus ikut orang tuaku pindah dari Cipadu. Tentang sekolahku yang lainnya baiklah akan kuceritakan lain waktu saja.

Mul, begitu aku memanggilnya adalah seorang bocah gendut yang manja, ketika aku masuk kelas pagi itu, aku melihat Mul sedang merajuk pada ibunya untuk menempati tempat duduk yang telah ditempati siswa lainnya, dia berkeras ingin duduk di tempat itu walaupun Ibunya  mengatakan dengan tegas bahwa kursi itu sudah ditempati. Aku datang dan mengambil tempat di belakang kursi yang digugatnya, Ibu Mul, yang mulai kehabisan kesabaran menegurku dan menanyakan maukah aku duduk bersama Mul di meja yang sama yang kebetulan masih kosong. Aku menyapa Mul dan turut membujuknya untuk duduk di sebelah kursiku, sedikit menimbang-nimbang akhirnya Mul menempati kursi di sampingku. Awal pertemuanku dengan bocah gendut manja kesayangan ibunya.

Sejak hari itu aku dan Mul seperti sendal jepit, kami selalu melakukan aktivitas bersama-sama pergi sekolah, pulang sekolah, istirahat, dan belajar bersama-sama. Aku adalah pria lemah yang tak bisa membela diriku sendiri, Mul tumbuh menjadi pria kuat yang melabrak siapa saja yang berurusan dengannya. Mul menjadi bocah yang disegani karena badan besarnya dan keberaniannya menghadapi siapa saja. Mul menjadi semacam bodyguard bagi aku dan teman-teman lain di kelasku. Tak ada yang berani berurusan dengan anak-anak di sekitar Mul, karena berurusan dengan teman Mul, berarti berurusan dengan Mul. 

Perlukah kusampaikan kepadamu kawan, Mul tumbuh menjadi bocah pemberang karena Mul tak pernah mengenal Ayahnya. Mul tak pernah mengenal sosok ayah dalam hidupnya, Mul dibesarkan dengan kelembutan seorang Ibu dan kasih sayang yang melimpah dari Kakek Neneknya. Ibu Mul adalah seorang Ibu rumah tangga yang penyabar, Kakeknya adalah juragan konveksi dan tokoh yang disegani di Kampung kami, maka Mul, menjadi bocah yang lembut dan penuh kasih sayang kepada teman-teman di sekelilingnya, over protektif sehingga cenderung memusuhi orang-orang lain di luar kehidupannya.

Kebersamaanku dengan Mul hanya berlangsung sampai kelas 4 SD, seperti yang kukatakan kepadamu kawan, ketika itu Ayahku membawa kami pindah ke lain kota Kecamatan, yang membuatku harus pindah dari SDN Kreo V. Aku tak pernah menyangka 20 tahun kemudian aku akan bertemu Mul dengan keadaan yang tidak jauh berbeda. 

Setahun belakangan aku kembali ke Cipadu, mengontrak sebuah rumah kecil sederhana dekat sekolah banjirku dulu SDN Kreo V. Satu persatu aku bertemu dengan teman-teman kecilku salah satunya David, yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakanku. 
Seminggu yang lalu David mengetuk pintu rumahku, dia mengabarkan Mul ada dirumahnya ingin bertemu denganku. Mul seorang bocah gendut sahabatku, masih seperti dulu. Lembut, over protektif, dan lucu. Sekarang Mul adalah seorang pengusaha konveksi meneruskan usaha kakeknya, jiwa wirausahanya membuatnya malas melanjutkan sekolah STM-nya di daerah Blok M. Mul menjadi pria ulet yang memperjuangkan usaha peninggalan kakeknya. 

Karena itu kawan, hargailah persahabatanmu hari ini, peliharalah dengan baik, karena engkau tak pernah tahu kapan Allah akan mempertemukanmu kembali dengan sahabatmu dengan beberapa kejutan besar. BERSAHABATLAH SEBANYAK ENGKAU MAMPU, dan ingat sahabat adalah dia yang melindungimu bukan dia yang menjerumuskanmu.